DLH Pertimbangkan Sewa Alat Berat untuk Optimalkan Operasional TPA Air Sebakul

BENGKULU – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu, Afriyenita, mengungkapkan pihaknya tengah mempertimbangkan opsi penyewaan alat berat guna menunjang operasional di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kelurahan Air Sebakul.

Hal ini disampaikan Afriyenita menyusul keterbatasan alat berat yang saat ini tersedia di TPA. Dari dua unit yang ada, satu di antaranya dalam kondisi rusak dan sedang dalam proses perbaikan.

“Alat berat yang ada saat ini dua unit, tapi satu rusak dan sedang kita upayakan perbaikan. Sebenarnya jumlah itu masih kurang untuk menunjang operasional di lapangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, idealnya TPA membutuhkan tambahan dua unit alat berat, yakni satu unit dozer dan satu unit excavator. Namun, menurutnya, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah dozer.

Meski demikian, keterbatasan anggaran membuat DLH harus mencari solusi alternatif. Salah satu opsi yang dinilai lebih efisien adalah dengan menyewa alat berat dibandingkan membeli unit baru.

“Kalau kita beli, tentu ada biaya perawatan, risiko kerusakan, dan lain-lain. Dari perhitungan kami, justru lebih hemat jika kita sewa. Ini juga bagian dari upaya efisiensi anggaran,” jelasnya.

Afriyenita menyebut, sistem sewa tidak harus dilakukan setiap hari. Alat berat akan didatangkan sesuai kebutuhan, misalnya dalam periode tertentu seperti tiga bulan sekali selama 10 hingga 12 hari.

“Dalam setahun mungkin kita hanya butuh sekitar 30 sampai 40 kali penggunaan. Jadi alat tidak standby di TPA, tapi dipanggil saat diperlukan,” tambahnya.

Terkait biaya, ia mengungkapkan bahwa estimasi anggaran sewa alat berat mencapai sekitar Rp300 juta per tahun. Perhitungan tersebut didasarkan pada biaya sekitar Rp35 juta untuk satu kali sewa, yang sudah mencakup bahan bakar minyak (BBM) serta operator.

“Kalau dibandingkan dengan pembelian alat yang bisa mencapai Rp4 miliar, tentu sewa jauh lebih hemat,” tegasnya.

DLH Kota Bengkulu juga mengaku telah memiliki sejumlah rekanan yang siap membantu dalam penyediaan alat berat tersebut.

Dengan skema ini, diharapkan pengelolaan sampah di TPA Air Sebakul dapat berjalan lebih optimal meski di tengah keterbatasan sarana dan anggaran.(**)