BENGKULU – Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu menggelar kegiatan gotong royong bertajuk Gerakan Membersihkan Pantai Ramai-Ramai (GEMPAR) di kawasan Pantai Zakat, Selasa pagi (31/3/2026).
Kegiatan ini melibatkan unsur Forkopimda Provinsi Bengkulu, pemerintah kota, hingga masyarakat dan para driver ojek online.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Kapolda Bengkulu, Irjen. Pol. Mardiyono, Wakil Wali Kota Bengkulu Ronny P. L. Tobing, Kapolresta Bengkulu Rahmad Hidayat, serta unsur TNI dan pemangku kepentingan lainnya.
Kapolda Bengkulu Mardiyono mengatakan, kegiatan GEMPAR merupakan bagian dari upaya mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah, sebagaimana arahan Presiden.
“Hari ini kita melaksanakan gerakan membersihkan pantai ramai-ramai. Ini untuk mewujudkan Indonesia yang aman, sehat, bersih dan indah sebagaimana program yang sudah diperintahkan oleh Presiden. Ada 38 titik yang kita laksanakan, selain di pantai juga di pasar, di kota dan di kabupaten,” ujarnya.
Ia menegaskan, kegiatan ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh aparat secara berkelanjutan tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, pihaknya mengimbau seluruh warga untuk turut menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.
“Kegiatan ini tidak bisa kami laksanakan sendiri secara terus-menerus. Kami menghimbau dan mengharapkan masyarakat juga ikut menjaga dan membersihkan lingkungan,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bengkulu Ronny P. L. Tobing menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kebersihan kawasan wisata Pantai Zakat.
“Alhamdulillah hari ini daerah wisata Pantai Zakat kembali dilakukan kegiatan kebersihan untuk memastikan kawasan ini benar-benar bersih. Tadi langsung turun Pak Kapolda, Kapolres, Danlanal, Dandim, semua Forkopimda ikut bersama-sama membersihkan,” ungkapnya.
Ronny menekankan pentingnya menjaga kebersihan demi kenyamanan pengunjung, sekaligus mengajak para pedagang dan masyarakat sekitar untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda bersama Wakil Wali Kota juga menemukan banyak sampah berupa lidi bekas tusuk sate dan tusuk bakso yang berserakan di area pantai. Sampah tersebut dinilai berbahaya karena berpotensi melukai pengunjung.
“Tadi ada banyak lidi tusuk sate dan tusuk bakso yang berceceran. Ini bisa menyebabkan luka jika tertusuk kaki,” jelas Ronny.
Ia pun mengimbau para pedagang, khususnya penjual sate dan bakso tusuk, agar lebih bertanggung jawab dalam mengelola sampah.
“Kami menghimbau pedagang setelah berjualan agar memungut bekas lidi dan menyediakan tempat sampah, minimal kantong plastik, selain fasilitas yang sudah ada di lokasi,” tutupnya.
Melalui kegiatan GEMPAR ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di kawasan wisata, semakin meningkat sehingga Pantai Zakat tetap menjadi destinasi yang nyaman dan aman bagi pengunjung.(**)



