BENGKULU – Wakil Wali Kota Bengkulu Ronny P. L. Tobing angkat bicara terkait video viral di media sosial yang memperlihatkan dugaan pungutan liar (pungli) oleh Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di kawasan Pantai Zakat.
Dalam video tersebut, Ketua Pokdarwis diduga meminta pungutan kepada para pedagang dengan dalih uang kebersihan. Bahkan, yang bersangkutan juga disebut sempat merampas kamera handphone milik seorang wartawan perempuan yang tengah meliput kejadian tersebut.
Menanggapi hal itu, Ronny yang didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, Nina Nurdin, menyampaikan penyesalan atas sikap yang dinilai arogan tersebut.
“Sebagai ketua Pokdarwis, sekaligus tokoh masyarakat, seharusnya bisa menjaga suasana agar tetap nyaman. Jangan sampai ucapan maupun perbuatan justru melukai pedagang ataupun pihak lain,” ujar Ronny.
Ia menegaskan, pungutan yang dilakukan tersebut bukan merupakan kebijakan maupun instruksi dari Pemerintah Kota Bengkulu ataupun Dinas Pariwisata.
“Kami tidak pernah menginstruksikan adanya pungutan, baik itu untuk kebersihan maupun alasan lainnya seperti pembangunan infrastruktur. Itu di luar sepengetahuan pemerintah,” tegasnya.
Terkait insiden tersebut, Ronny mengaku telah bertemu langsung dengan Ketua Pokdarwis yang bersangkutan untuk mencari solusi dan meredam situasi.
“Saya tadi sudah bertemu dengan yang bersangkutan. Saya sampaikan, kalau memang salah harus minta maaf. Saya juga sudah menengahi agar persoalan ini bisa diselesaikan secara damai dan semua pihak bisa saling introspeksi,” jelasnya.
Ronny mengajak seluruh pihak, khususnya pengelola dan masyarakat di kawasan wisata, untuk bersama-sama menjaga kondusivitas dan kenyamanan lingkungan demi kemajuan pariwisata Kota Bengkulu.
“Mari kita sama-sama menjaga dan saling mendukung agar daerah kita ini maju. Kita ingin pengunjung merasa nyaman datang ke Bengkulu. Ini harus jadi pelajaran bagi kelompok-kelompok pengelola wisata agar ke depan lebih baik,” tutupnya.
Pemerintah berharap kejadian ini menjadi evaluasi bersama, sehingga pengelolaan kawasan wisata, khususnya Pantai Zakat, dapat berjalan lebih profesional dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi pedagang maupun wisatawan.(**)


