BENGKULU – Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi yang sedang gencar-gencarnya menata kawasan wisata pantai panjang dan pasar di Kota Bengkulu dikritik oleh salah seorang pemuda melalui akun tiktoknya @ahmadkhanifullahnurman dengan nama akun Ayah Muda.
Dalam video yang ia unggah di akun tiktoknya, pemuda tersebut seperti tidak mendukung apa yang sudah dilakukan oleh walikota, terutama membersihkan pantai panjang, mengurus kebersihan lingkungan dan menata pasar.
“Pak, ndak sampai kapan pulo bersihkan pantai panjang, beribut dengan pedagang, nyangkuli selokan. Apo idak bisa itu didelegasikan bae pak, ” ujar pemuda tersebut.
Dari kalimat yang disampaikan itu menunjukkan kalau dirinya kurang mendukung apa yang dilakukan oleh walikota dan menganggap kebersihan pantai dan penataan pasar bukan hal yang begitu penting.
Hal ini ditanggapi oleh salah satu pengamat sosial dan ekonomi Syaiful Anwar AB. Menurut Syaiful justru penataan pantai dan pasar adalah dua hal yang sangat penting.
“Kalau Saya berpendapat dua hal itu penting, penataan pantai dan pasar. Tidak ada yang salah. Pemkot itu tidak sama dengan kabupaten karena kota tidak ada sumber daya alam. Maka ekonominya harus jasa. Kalau orang Bengkulu berpendapatan akibat jasa berkembang, maka saya yakin angka kemiskinan di Kota Bengkulu menurun,” ujar Syaiful.
Bicara soal ekonomi jasa, menurut Syaiful memang pasar dan pariwisatalah unggulannya di Kota Bengkulu.
“Bagini, kalau bicara soal ekonomi jasa ya pasarlah unggulannya, pariwisatanya juga unggulan kota. Kota mau jual apa? mau buat apa selain pasar dan wisata? kalau pasarnya bersih,tertata masyarakat juga yang senang. Begitu pun kalau pantai bersih dan indah orang akan banyak datang Ke Bengkulu,” kata Syaiful.
Jika orang banyak datang ke Kota Bengkulu, sambung Syaiful maka hotel-hotel akan penuh, rumah makan dan restoran ramai pengunjung dan orang-orang akan berbelanja di Kota Bengkulu sehingga ekonomi masyarakat meningkat, PAD juga meningkat
“Orang datang ke Kota Bengkulu nginap, ya hotel berpendapatan, kuliner hidup, orang ada kerjaan, ada pendapatan sehingga masyarakat sejahtera. Tapi orang datang itu kan harus ada yang mau mereka lihat, salah satunya wisata unggulan kita pantai panjang. Maka pantainya harus menarik, indah dan tentu bersih,” jelasnya.
Terkait pemuda yang mengkritik dan terkesan tidak mendukung walikota dalam penataan pantai panjang dan pasar, menurut Syaiful tidak perlu ‘pekau’
“Lalu apa yang bikin pekau? Nggak ada yang harus dipekaukan karena semua yang dilakukan walikota dan wakil walikota itu tentulah untuk kebaikan masyarakat juga,” demikian Syaiful.(**)


