Tinggal di Rumah Tak Layak Huni, Pemulung ini Dicarikan Kontrakan oleh Kadis Sosial

BENGKULU – Mahmud (61), warga Jalan Bali RT 1 Kelurahan Kampung Kelawi selama ini tinggal di rumah tak layak huni. Rumah yang terbuat dari papan itu ia bangun “numpang” di atas tanah milik orang lain karena ia belum mempunyai tanah di Kota Bengkulu.

Mahmud tinggal berdua dengan anak kandungnya, Fitri (19) yang baru tamat SMA. Fitri tidak kuliah dan belum mendapatkan pekerjaan untuk membantu ayahnya. Terlebih, ayahnya sedang sakit.

Kesehariannya Mahmud bertahan hidup dengan cara mencari barang bekas (pemulung) ,dan berdasarkan pengakuannya ia mendapat uang Rp 50 ribu per minggu dari hasil menjual barang bekas itu. Sangat sedikit, hanya cukup untuk membeli beras.

Akhirnya ada tetangga Mahmud yang merasa iba melaporkan tentang kondisi Mahmud kepada Kadis Sosial Kota Bengkulu Sahat Marulitua Situmorang.

Jumat sore (10/10/25) Sahat bersama Ketua SPPG Regional Bengkulu, Gloria Situmorang berkunjung ke kediaman Mahmud. Sebelumnya Sahat juga sudah mengunjunginya dan memberikan bantuan.

Kali ini Sahat membantu Mahmud mencarikannya rumah kontrakan (bedengan) dan membantunya pindah ke rumah kontrakan tersebut. Ini dilakukan agar Mahmud tidak lagi tinggal di rumah yang tidak layak huni tersebut.

Lalu bagaimana dengan biaya uang sewa rumahnya? ternyata Sahat juga yang membayarkannya menggunakan uang dari sakunya sendiri.

Tidak hanya itu, anak Mahmud juga diberikan pekerjaan. Sahat sengaja mengajak Ketua MBG Bengkulu Gloria Situmorang untuk menerima putri Mahmud untuk bekerja di dapur MBG dengan gaji Rp 2 juta per bulan.

“Hanya itu yang bisa kita bantu. Kalau untuk diusulkan bedah rumah tidak bisa, dia tidak punya tanah sendiri,” ujar Sahat.(**)