Satpol PP Tertibkan Pedagang Kuasai Trotoar di Depan SD Negeri 76

BENGKULU – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, melakukan inspeksi rutin pada Selasa (2/12/2025) sekitar pukul 06.00 WIB. Ia menemukan sejumlah pelanggaran ketertiban umum, khususnya di kawasan Jalan Depati Payung Negara.

Dalam keterangannya, Sahat mengungkapkan bahwa pihaknya mendapati beberapa bentuk pelanggaran, mulai dari pemasangan reklame yang dipaku di pohon dan tiang listrik hingga keberadaan gerobak usaha serta bangunan semi permanen yang berdiri di atas Daerah Milik Jalan.

“Pagi hari tadi, saat kami berjalan di Jalan Depati Payung Negara, kami menemukan reklame yang dipasang di pohon, dipaku di pohon, dipasang di tiang listrik. Selain itu ada gerobak usaha bahkan bangunan sederhana yang dibangun permanen, hampir menutupi badan jalan,” jelas Sahat.

Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah keberadaan dua gerobak pedagang yang menutup trotoar tepat di depan SD Negeri 76 Kota Bengkulu. Saat ditegur, pedagang tersebut disebutkan tidak kooperatif.

“Kita tegur pedagang yang menutupi trotoar di depan SDN 76. Ketika ditanya nama, tidak diberikan. Saat ditegur malah mengeluarkan perkataan yang tidak pantas. Bahkan saya dilempar kartu nama hampir mengenai wajah,” ungkapnya.

Meski mendapat perlakuan kurang menyenangkan, Sahat menegaskan bahwa pihaknya tetap mengedepankan pendekatan persuasif. Pedagang tersebut diberi waktu hingga pukul 10.00 WIB untuk membongkar sendiri lapak dan memindahkan gerobaknya.

“Kita kasih waktu sampai jam 10. Harapan kita dia membuka sendiri tanpa harus ada tindakan tegas. Kami sudah sampaikan bahwa Perda Nomor 3 Tahun 2008 tentang Ketertiban Umum tetap harus ditegakkan,” tegasnya.

Selain melakukan penertiban, Sahat juga mengungkapkan bahwa pedagang tersebut sempat mengeluhkan kesulitan dalam mencari tempat usaha. Menanggapi hal itu, Satpol PP menawarkan alternatif berupa peluang menempati tenant yang telah disiapkan toko-toko modern di Kota Bengkulu.

“Kemarin kita sudah diskusi dengan beberapa toko modern untuk menyediakan ruang tenant di area parkir mereka. Tadi sudah kita tawarkan juga. Bahkan anaknya yang sarjana yang mau bekerja, kita minta datanya untuk kita bantu carikan peluang kerja,” kata Sahat.

Namun, pedagang tersebut tetap menunjukkan sikap tidak kooperatif meski sudah diberikan solusi.

Sahat menambahkan bahwa kehadiran pedagang yang menutup trotoar sangat membahayakan keselamatan, terutama bagi siswa SD Negeri 76 yang setiap hari melintas di kawasan tersebut.

“Trotoar itu untuk pejalan kaki, apalagi anak sekolah. Jalan di depan SD itu sangat ramai. Kalau trotoarnya tertutup, sangat berbahaya bagi mereka,” ujarnya.

Satpol PP memastikan akan melakukan penertiban sesuai waktu yang sudah diberikan jika pedagang tidak memindahkan sendiri lapak dan gerobaknya.(**)