BENGKULU – Faktor cuaca penghujan di awal tahun 2026 ini biasanya jadi masa berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti penyebar demam berdarah dengue (DBD). Oleh karena itu masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, dan tidak abai terkait penyakit DBD.
Informasi diterima dari Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, bahwa di beberapa rumah sakit sudah ada pasien yang terjangkit DBD, namun data atau jumlah pasien yang positif DBD belum masuk ke Dinas Kesehatan.
Ini disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati, SKM., MM saat diwawancarai belum lama ini. Ia mengatakan kasus DBD di Kota Bengkulu tercatat terus mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun.
Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan tetap memberikan perhatian serius terhadap potensi peningkatan kasus.
Disamapikannya bahwa hingga awal tahun 2026 belum ada laporan kasus DBD yang masuk ke Dinkes. Meski demikian, kewaspadaan masyarakat diminta terus ditingkatkan, mengingat kondisi cuaca saat ini kurang baik.
“Untuk awal tahun 2026 ini belum terdata adanya kasus DBD di Kota Bengkulu, memang sebenarnya dirumah sakit sudah ada kasus, namun belum masuk di data kita,” kata Nelli Hartati.
Nelli mengingatkan bahaya gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang dapat berkembang cepat saat kondisi lingkungan mendukung. Menurutnya, masyarakat tidak boleh abai terhadap gejala awal yang muncul, Ia menegaskan pencegahan harus tetap dilakukan karena DBD berkaitan erat dengan lingkungan dan perilaku hidup masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya penanganan cepat bagi penderita yang diduga terinfeksi DBD. “Beberapa kasus kematian terjadi karena keterlambatan membawa pasien ke layanan kesehatan,” ujarnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, pada tahun 2022 tercatat 210 kasus DBD tanpa angka kematian. Tahun 2023 jumlah kasus menurun menjadi 48 kasus dan juga tidak ditemukan kematian.
Namun pada tahun 2024 terjadi peningkatan signifikan dengan 266 kasus dan empat kematian, sementara pada tahun 2025 tercatat 85 kasus dengan lima kematian. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa DBD masih menjadi ancaman serius.
Dinas Kesehatan mengimbau warga untuk terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Upaya pemberantasan sarang nyamuk serta kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dinilai menjadi kunci utama pencegahan DBD.(**)


