BENGKULU – Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Rahmad Hidayat menegaskan pentingnya kolaborasi antara pihak kepolisian dan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi maraknya aksi geng motor yang meresahkan.
Dalam arahannya, beliau meminta masyarakat untuk tidak bertindak sendiri dan mengedepankan koordinasi dengan pihak berwajib.
Kapolresta mengimbau agar upaya pencegahan dilakukan secara bersama-sama melalui peran aktif perangkat lingkungan. Pencegahan harus dilakukan secara kolektif dengan melibatkan Ketua RT dan tokoh masyarakat.
Kemudian, masyarakat diharapkan dapat memberikan imbauan secara persuasif dan preventif sebelum situasi memanas.
Menyadari risiko keselamatan di lapangan, Kapolresta menekankan agar warga tidak ragu meminta bantuan kepolisian jika situasi dirasa membahayakan.
“Segera menghubungi layanan 110 yang tersedia selama 24 jam. Warga tidak perlu bingung mencari nomor Polsek setempat, cukup hubungi 110 untuk respon cepat. Nanti pihak kepolisian akan segera mengidentifikasi lokasi dan mengerahkan personel ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) sesegera mungkin,” ucapnya.
Kapolresta juga memberikan catatan serius mengenai perilaku geng motor yang kerap membawa senjata tajam.
Masyarakat diingatkan untuk tidak menghadapi sendiri pelaku yang membawa senjata tajam demi menghindari risiko fatal.
Kepolisian berkomitmen melakukan langkah tegas di lapangan, termasuk tindakan langsung jika pelaku melawan dan membahayakan petugas atau warga.
“Jangan dilawan sendiri, Pak. Kita harus menghindari risiko. Jika bertemu geng motor segera laporkan posisi agar personel kami bisa langsung bergerak ke lokasi,” tegas Kombes Pol Rahmad Hidayat.
Sebagai langkah jangka panjang, Polresta Bengkulu akan mengintensifkan razia di berbagai titik, termasuk menyasar lokasi penjualan minuman keras (miras) yang sering menjadi pemicu aksi anarkis.
Beliau menutup arahannya dengan instruksi kepada seluruh jajaran untuk langsung bekerja mulai hari ini tanpa menunggu waktu lebih lama demi menciptakan rasa aman dan memberikan efek jera bagi para pelaku kriminalitas jalanan di Kota Bengkulu. (**)


