Karnaval Batik Pecah! Pusat Kota Bengkulu Dibanjiri Ribuan Manusia

BENGKULU – Acara Karnaval Batik Internasional gelaran Pemkot Bengkulu bekerjasama dengan RBTv yang berlangsung Sabtu malam (18/4/26) di Jantung Kota Bengkulu sukses menghibur masyarakat.

Karnaval Batik Internasional ini merupakan agenda rutin Pemkot Bengkulu, namun tahun ini sedikit berbeda karena acaranya digelar pada malam hari. Acara ini juga dalam rangka memperingati hari jadi Kota Bengkulu ke 307

Ribuan masyarakat dari berbagai daerah memadati pusat Kota Bengkulu mulai dari Soeprapto, Simpang Lima, jalan S. Parman Belungguk Point sampai ke simpang sekip. Pengunjung tampak sangat antusias menyaksikan karnaval Batik Internasional tersebut.

Dikatakan Internasional karena karnaval batik ini juga dikunjungi dan disaksikan oleh warga dari negara luar, tercatat ada 11 mahasiswa perwakilan warga negara asing yang kuliah di Kota Bengkulu, seperti dari Uganda, Bangladesh, Afrika, Thailand, Brunai Darussalam, Pakistan dan lainnya.

Acara ini dibuka langsung oleh Walikota Bengkuku Dedy Wahyudi yang pada kesempatan itu didampingi oleh istri Ny. Dian Fitriani. Yang membuat acara ini tambah spesial karena dihadiri oleh Gubernur Bengkulu Helmi Hasan.

Juga hadir Wakil Walikota Ronny P.L Tobing dan istri, Sekdakot Medy Febrian syah, seluruh unsur Forkopimda Kota Bengkulu dan istri, Bupati Lahat, Bipati Pesisir Barat, seluruh bupati se-Kota Bengkulu, seluruh pihak perbankan, seluruh OPD dan masyarakat dari 9 kabupaten juga hadir.

Semakin malam, pengunjung semakin bersemangat menyaksikan karnaval batik yang diawali dengan pertunjukan tarian Fatmawati dari Dewan Kesenian Bengkulu, seni musik dhol kolosal, penampilan devile atau parade mancanegara dari 11 negara, pembuatan mural dan lainnya.

Salah satu pengunjung, Sukiman (46), warga Kabupaten Bengkulu Utara mengaku sangat senang dan terhibur sekali menonton Karnaval Batik Internasional. Ia sengaja datang bersama kedua anak dan istrinya untuk menyaksikan karnaval batik.

“Kami ke Kota Bengkulu memang sengaja mau nonton acara ini, sekalian mau jalan-jalan ke Belungguk Point. Ternyata luar biasa ramainya, seru pokoknya,” ujar Sukiman.

Alamsyah (52), warga dari Kabupaten Seluma juga sengaja datang untuk menyaksikan acara Karnaval Batik Internasional.

“Biasanya kan acara karnaval batik seperti ini digelar siang, tapi ini justru malam. Makanya saya datang karena pasti seru. Ternyata benar, sangat seru. Ramai sekali, mungkin menyamai jumlah pengunjung festival tabut,” kata Alamsyah.(**)