BENGKULU – Jumlah rumah dan bangunan termasuk fasilitas publik yang rusak di Kota Bengkulu akibat gempa berkekuatan 6,3 SR terus bertambah. Berdasarkan data yang direlease Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu, sedikitnya ada 140 unit rumah mengalami kerusakan.
Bahkan tidak hanya rumah, fasilitas umum juga mengalami kerusakan. Sementara ini yang tercatat oleh BPBD Kota Bengkulu ada 6 fasilitas umum yang rusak akibat gempa, yakni dua sekolah, dua masjid, satu kantor camat, dan satu balai pertemuan.
Delapan rumah di antaranya dilaporkan roboh total dan tidak bisa lagi ditempati oleh pemiliknya.
Kepala BPBD Kota Bengkulu, Will Hopi, menyampaikan bahwa pihaknya telah bergerak cepat mendirikan posko dan melakukan penanganan darurat di wilayah terdampak.
Tim reaksi cepat BPBD juga terus melakukan jemput bola ke berbagai kecamatan untuk memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi.
“BPBD Kota Bengkulu langsung bergerak cepat. Kami sudah mendirikan posko dan menurunkan tim reaksi cepat ke lapangan. Saat ini kami juga sudah mendirikan tenda pleton di beberapa titik terdampak, salah satunya di wilayah Betungan yang mengalami dampak cukup parah,” jelas Will Hopi.
Upaya tanggap darurat ini dilakukan untuk memberikan tempat perlindungan sementara bagi warga yang rumahnya tidak bisa ditinggali. Selain itu, pendataan terus dilakukan untuk memastikan akurasi data korban dan kerusakan infrastruktur yang terjadi.
Pemerintah Kota Bengkulu bekerja sama dengan berbagai pihak seperti TNI, Polri, dan relawan untuk mempercepat proses evakuasi dan distribusi bantuan logistik. Masyarakat diminta untuk tetap waspada, tidak panik, dan selalu mengikuti informasi resmi dari BPBD maupun instansi terkait, Pemerintah daerah berkomitmen memberikan penanganan maksimal agar warga terdampak mendapatkan bantuan dan perlindungan yang layak selama masa darurat.(gez)


