Pembangunan Jalan Aru Jajar Dilanjutkan, Pemkot Anggarkan Rp7 Miliar

BENGKULU  Anggaran sebesar Rp 7 miliar dari APBD Pemkot Bengkulu tahun 2025 dialokasikan untuk melanjutkan program pembangunan jalan Aru Jajar di Kelurahan Pekan Sabtu, yang sempat terhenti pada tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu, Noprisman, menjelaskan bahwa proyek ini tidak hanya fokus pada pengaspalan jalan, tetapi juga mencakup pembangunan median dan lampu jalan demi meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan.

“Kita melanjutkan pembangunan yang sudah ada, kawasan Jalan Aru Jajar akan diaspal hingga mulus. Selain itu, akan dilakukan pembangunan median jalan dan lampu penerangan, sehingga kawasan ini terang benderang saat malam hari,” ujar Noprisman.

Ia menyebutkan saat ini proyek tersebut tengah berada dalam tahap lelang dan ditargetkan mulai dikerjakan serta rampung pada pertengahan tahun 2025.

Pembangunan jalan ini, lanjutnya, juga merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang disampaikan langsung kepada Gubernur Bengkulu Helmi Hasan melalui media sosial, dan kemudian disampaikan ke Pemkot.

“Dengan adanya pembangunan ini, kami berharap masyarakat dapat mengakses jalan dengan lebih aman dan nyaman. Selain itu, aktivitas ekonomi juga akan semakin lancar, harapan kami kepada masyarakat adalah ikut menjaga fasilitas ini agar tetap awet dan berfungsi optimal,” tambahnya.

Selain pembangunan jalan, masih kata Noprisman bahwa Pemkot Bengkulu tahun ini juga melakukan pembangunan Taman Kota di Kecamatan Singaran Pati yang mana telah dianggarkan dana sebesar Rp 300 juta dari APBD 2025.

“Untuk membangun taman kota di Kecamatan Singaran Pati, tepatnya di lahan bekas Masjid At-Taqwa Kelurahan Jembatan Kecil telah dianggarkan Rp 300 juta. Lahan tersebut telah dihibahkan oleh jemaah dan warga sekitar kepada pemerintah kota tanpa meminta ganti rugi, taman ini akan mulai dibangun pada Juli 2025 dan ditargetkan selesai sebelum akhir tahun,” Jelas Noprisman.

Setelah pembongkaran bekas masjid, sambung Noprisman maka pembangunan taman bisa dimulai bulan Juli dengan anggaran sekitar Rp300 juta tadi.

“Harapan kami, taman ini menjadi ruang terbuka hijau yang indah dan nyaman bagi warga,” jelas Noprisman.

Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, mengatakan bahwa pembangunan taman ini merupakan bagian dari upaya mempercantik wajah kota. Taman tersebut juga akan dilengkapi dengan ornamen menarik serta papan videotron yang memiliki nilai strategis sebagai media informasi dan promosi.

“Videotron ini selain mempercantik kota dan memberikan pencahayaan malam hari, juga bisa dimanfaatkan untuk promosi kegiatan pemerintah maupun swasta. Dikelola Pemkot, ini juga bisa menjadi sumber tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelas Dedi.

Ia pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga taman dan fasilitas umum lainnya. Sebagai bentuk tanggung jawab kolektif dalam menjaga keindahan dan kenyamanan Kota Bengkulu.(gez)