Bersama Kasdam XXI, Wawali Hadiri Rakor Percepatan Pembangunan KMP

BENGKULU – Dalam rangka percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KMP) di Provinsi Bengkulu, Kodam XXI menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama seluruh pemerintah daerah se-Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini berlangsung di Aula Merah Putih, Kantor Gubernur Bengkulu, Rabu (21/1/26).

Rakor tersebut dihadiri oleh seluruh kepala daerah kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu atau yang mewakili, unsur Forkopimda, serta jajaran TNI. Pemerintah Kota Bengkulu diwakili oleh Wakil Wali Kota Bengkulu Ronny PL Tobing, didampingi Asisten II Setda Kota Bengkulu, Sehmi.

Dari jajaran Kodam XXI/Radin Inten, hadir langsung Kasdam XXI Brigjen TNI Ardian Susanto, Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapok Sahli) Kodam XXI Brigjen TNI Sri Yanto, serta Danrem 041/Gamas Bengkulu Brigjen TNI Jatmiko Aryanto. Rakor ini juga dihadiri Wakil Gubernur Bengkulu, Mian.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Bengkulu Mian menegaskan bahwa Koperasi Merah Putih merupakan program prioritas pemerintah pusat yang harus dipercepat pelaksanaannya di Provinsi Bengkulu.

“Koperasi Merah Putih menjadi skala prioritas program pemerintah pusat yang harus kita akselerasi penuh di Provinsi Bengkulu. Kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, dan Forkopimda menjadi semangat utama yang terangkum dalam program bantu rakyat, ikon pemerintahan Helmi-Mian lima tahun ke depan,” ujarnya.

Mian mengungkapkan, berdasarkan laporan Kepala Dinas Koperasi, progres pembangunan Koperasi Merah Putih di Bengkulu menunjukkan capaian signifikan. Hingga akhir 2025, tercatat telah ditetapkan titik nol dan progres pembangunan 351 unit Koperasi Merah Putih dari total 1.505 desa yang ditargetkan.

“Alhamdulillah, jika dibandingkan dengan capaian nasional, Provinsi Bengkulu saat ini masuk dalam lima besar nasional. Meski demikian, tantangan ke depan masih besar untuk merealisasikan Koperasi Merah Putih di seluruh desa,” jelasnya.

Untuk itu, Mian meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota bergerak cepat dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor. “Di tingkat provinsi kita berkolaborasi dengan Korem, sementara di kabupaten/kota berkolaborasi dengan Kodim,” tegasnya.

Sementara itu, Kasdam XXI Brigjen TNI Ardian Susanto menyampaikan bahwa agenda serupa juga telah dilaksanakan di Provinsi Lampung. Ia berharap rakor ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menghasilkan tindak lanjut konkret di lapangan.

“Kami bangga karena Bengkulu masuk peringkat lima besar nasional. Harapannya Bengkulu dan Lampung bisa menjadi yang terdepan di Sumatera dalam menyukseskan program Koperasi Desa Merah Putih,” katanya.

Menurutnya, Koperasi Merah Putih merupakan program strategis pemerintah pusat untuk meningkatkan perekonomian rakyat dari tingkat desa, memberdayakan UMKM, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami sangat mengharapkan dukungan penuh dari pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Bengkulu Ronny PL Tobing menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bengkulu telah menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program Koperasi Merah Putih.

“Saat ini Pemkot Bengkulu telah mendirikan Koperasi Kelurahan Merah Putih di 13 titik pada 9 kecamatan. Kami siap menyukseskan program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk Koperasi Merah Putih,” pungkas Ronny.(**)