Dari Viral ke Aksi Nyata: Kapolda, Pemkot, dan REI Bangun Rumah Layak untuk Pak Pandi

BENGKULU – Di balik dinding kayu sebuah rumah sewa sederhana yang berdampingan langsung dengan kandang ayam, tersimpan kisah pilu seorang ayah bernama Pandi. Dalam keterbatasan fisik yang membuatnya tak lagi mampu berjalan, Pandi harus tetap bertahan demi masa depan dua putri tercintanya.

Selama bertahun-tahun, warga Jalan Penantian, Kelurahan Pematang Gubernur, Kota Bengkulu itu hidup di hunian yang sangat memprihatinkan. Rumah tersebut bukan miliknya, berdiri di lahan sewa, dan setiap hari dipenuhi aroma menyengat dari kandang ayam di sampingnya.

Namun, kisah pilu itu akhirnya menemukan cahaya harapan setelah kondisinya viral di media sosial. Kepedulian pun datang dari berbagai pihak. Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si., turun langsung menemui Pak Pandi, Jumat (16/1/2026).

Dengan mata kepala sendiri, Kapolda melihat kondisi warganya yang membutuhkan perhatian serius.

“Alhamdulillah, siang ini kita memberikan bantuan kepada Pak Pandi. Beliau tidak bisa berjalan dan memiliki dua putri yang harus kita perhatikan. Selama ini mereka menyewa di sini, bahkan di belakang rumah ada kandang ayam,” ujar Mardiyono penuh empati.

Tak berhenti pada kunjungan, Kapolda Bengkulu memastikan seluruh biaya pembangunan fisik rumah baru Pak Pandi akan ditanggung oleh Polda Bengkulu.

Pembangunan dilakukan secara gotong royong oleh personel kepolisian dan ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan. Aksi kemanusiaan ini diperkuat dengan dukungan sektor swasta. Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Bengkulu, Syamsu Ihwan, secara resmi menghibahkan sebidang tanah agar Pak Pandi memiliki hunian di atas lahan milik sendiri dengan status hukum yang jelas.

“Insyaallah, dalam waktu satu bulan rumah ini akan selesai dan layak dihuni,” tegas Kapolda.

Sinergi lintas sektor tersebut mendapat apresiasi penuh dari Pemerintah Kota Bengkulu. Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi hadir langsung bersama Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing, Pj Sekda Tony Elfian, Camat Muara Bangkahulu Bambang, Lurah Pematang Gubernur, serta jajaran OPD terkait.

Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, Dedy Wahyudi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian semua pihak.

“Hari ini kita membangun rumah Pak Pandi. Tanahnya bantuan Ketua REI, bangunannya dari Bapak Kapolda, dan insyaallah isinya dari Walikota. Sehingga Pak Pandi dan anak-anaknya tinggal masuk. Ini adalah bukti kita peduli dengan sesama,” ucap Dedy.

Ia menambahkan, pembangunan rumah tersebut merupakan wujud kehadiran negara di tengah masyarakat yang membutuhkan. “Kita ingin Pak Pandi tidak lagi mencium bau kandang ayam saat beristirahat, dan anak-anaknya bisa hidup lebih layak,” katanya.

Suasana haru pun menyelimuti momen tersebut. Pak Pandi tak kuasa menahan air mata ketika mengetahui dirinya akan segera memiliki rumah layak huni. Berkali-kali ia menyeka air mata sembari mengucapkan terima kasih kepada para pimpinan yang hadir.

Sementara itu, Camat Muara Bangkahulu Bambang menjelaskan bahwa selama ini Pak Pandi sebenarnya telah mendapat perhatian pemerintah secara berjenjang. Berbagai bantuan sosial telah disalurkan melalui Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan Jaminan Hidup (Jadup), serta dukungan dari Baznas dan masyarakat sekitar.

“Pak Pandi selalu dalam pengawasan kami. Bantuan datang dari RT, kelurahan, kecamatan, hingga dinas terkait,” ujarnya.

Kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, pengusaha, dan masyarakat ini menjadi bukti nyata bahwa persoalan kemiskinan ekstrem bisa ditangani melalui sinergi dan kepedulian bersama.

Pemerintah Kota Bengkulu pun mengimbau masyarakat agar segera melaporkan jika menemukan warga lain dengan kondisi serupa melalui RT atau kelurahan, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.

Bagi Pak Pandi, rumah baru ini bukan sekadar bangunan dari bata dan semen, melainkan simbol harapan baru dan tempat di mana kedua putrinya dapat tumbuh, bermimpi, dan menjalani hidup yang lebih layak.(**)