Pemkot Rampungkan Persiapan, Festival Botoi Botoi akan Dihadiri 10 Ribu Pengunjung

BENGKULU – Pemerintah Kota Bengkulu terus mematangkan persiapan pelaksanaan Festival Botoi Botoi yang akan digelar di kawasan Kota Tuo, Kelurahan Pasar Bengkulu, pada Minggu (8/2/2026) mulai pukul 07.00 WIB.

Hal tersebut terungkap dalam rapat final persiapan Festival Botoi Botoi yang dipimpin oleh Staf Ahli Walikota Bengkulu Dewi Dharma bersama Staf Ahli Walikota Eddy Apriyanto.

Rapat turut dihadiri Plt Asisten I Sahat Marulitua Situmorang, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu Nina Nurdin selaku leading sektor penyelenggara, serta sejumlah kepala OPD dan perwakilan instansi terkait.

Hadir pula Kepala Basarnas Bengkulu Muslikun, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, dari Damkar, Kapolsek Teluk Segara, Sekretaris Dinas Kominfo Afri Chandriyani, perwakilan Dishub, serta perwakilan Kecamatan Teluk Segara.

Plt Kadis Pariwisata Kota Bengkulu Nina Nurdin menyampaikan bahwa secara umum persiapan pelaksanaan Festival Botoi Botoi sudah hampir rampung. Namun demikian, ia menegaskan kesuksesan event yang masuk dalam kalender pariwisata daerah ini membutuhkan kolaborasi seluruh OPD.

“Persiapan sudah hampir rampung, sudah 80 persen. Untuk mensukseskan event kalender tahunan ini, perlu kerja sama dan kolaborasi semua OPD,” ujar Nina.

Ia menjelaskan, Festival Botoi Botoi akan diisi dengan berbagai kegiatan menarik, seperti Narik Pukek, Tari Kolosal, Lomba Memasak Ikan, Lomba Menghias Perahu, Lomba Mewarnai Anak-anak TK, serta bazar UMKM.

Sementara itu, Staf Ahli Walikota Dewi Dharma yang memimpin rapat meminta laporan progres dari masing-masing OPD, seperti Dinas Kominfo terkait kesiapan materi publikasi seperti pembuatan flyer, draf pemberitaan, serta strategi promosi Festival Botoi Botoi.

Dewi juga mengajak insan pers untuk ikut berperan aktif mempromosikan kegiatan tersebut melalui pemberitaan di media massa.

Ia menambahkan, Dinas Pendidikan diminta untuk mengomunikasikan kepada sekolah-sekolah agar mengikutsertakan muridnya dalam kegiatan festival.

“Masih-masing OPD agar juga mempromosikan kepada mitranya. Misalnya Dinas Kominfo bisa mengajak Kominfo kabupaten untuk ikut meramaikan,” ujar Dewi.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Kominfo Kota Bengkulu Afri Chandriyani menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan draf desain flyer Festival Botoi Botoi.

“Nanti akan dinaikkan dulu draft-nya dan segera kita sebarluaskan. Kami juga sedang mempersiapkan kebutuhan publikasi dan akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata serta rekan media, salah satunya RBTV,” jelas Afri.

Plt Asisten I yang juga menjabat Kasat Pol PP Sahat Marulitua Situmorang mengatakan, untuk segi keamanan dan pengamanan selama acara, ia akan menstand by kan sebanyak 100 orang personel Satpol PP yang bertugas dari pagi, siang hingga malam.

“Kalau dalam skenario rapat tadi cuma diminta 20 orang anggota, tapi saya akan tambah. Nanti ada 100 anggota yang berjaga, ada yang pagi, siang dan juga malam,” jelas Sahat.

Dalam rapat tersebut, Pemerintah Kota Bengkulu juga secara khusus mengundang Kepala Basarnas Bengkulu untuk membantu mitigasi bencana, mengingat lokasi kegiatan berada di kawasan pesisir pantai.

Kepala Basarnas Bengkulu Muslikun menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Festival Botoi Botoi.

“Ini merupakan festival yang mengangkat budaya dan kearifan lokal, sangat positif dan perlu diapresiasi. Kami Basarnas selaku instansi vertikal mendukung program pemerintah daerah. Terima kasih sudah dilibatkan. Kami akan menyiapkan peralatan di lokasi dan menyiagakan personel untuk mendukung kegiatan ini,” kata Muslikun.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Kota Bengkulu menyampaikan bahwa sekitar 2.000 anak sekolah akan dilibatkan untuk memeriahkan Festival Botoi Botoi, khususnya anak-anak TK yang akan mengikuti lomba mewarnai.

Untuk diketahui, Festival Botoi-Botoi merupakan bagian dari kalender event pariwisata Kota Bengkulu tahun 2026. Festival ini terinspirasi dari lagu daerah populer “Yo Botoi Botoi” (Elok Pukek) dan bertujuan sebagai sarana pelestarian budaya, hiburan masyarakat, serta memperkuat identitas lokal. Pemerintah Kota Bengkulu menargetkan Festival Botoi Botoi menjadi agenda tahunan unggulan Dinas Pariwisata Kota Bengkulu.(**)