Razia Kos dan Wisma, Satpol PP Temukan Pasangan Bukan Muhrim Hingga Kegiatan “Kumpul Kebo”

BENGKULU – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu melakukan razia ke sejumlah rumah kos di Kelurahan Sawah Lebar Baru, Selasa (3/3/26). Salah satu lokasi yang didatangi petugas berada persis di depan Kantor Lurah Sawah Lebar Baru.

Razia tersebut dipimpin langsung Kasat Pol PP Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang. Turut hadir Lurah Sawah Lebar Baru Nelly Wati serta petugas kesehatan dari Puskesmas Sawah Lebar Baru yang melakukan skrining HIV di lokasi.

Berdasarkan informasi dari masyarakat, sejumlah kamar kos di kawasan tersebut diduga kerap dijadikan tempat praktik prostitusi dan “kumpul kebo”. Saat petugas tiba di lokasi, ditemukan sejumlah muda-mudi berada dalam satu kamar kos. Bahkan, ada yang tidak mengenakan baju dan ada pula yang sedang merokok.

Di sekitar kos juga ditemukan botol minuman keras..Seluruh penghuni yang berada di lokasi langsung dikumpulkan, didata, serta difoto KTP masing-masing. Beberapa di antaranya mengaku berstatus pacaran namun tinggal berduaan dalam satu kamar, sementara yang lain mengaku hanya berteman meski berkumpul laki-laki dan perempuan dalam satu ruangan.

Usai pendataan, mereka menjalani skrining HIV melalui pengambilan sampel darah oleh petugas Puskesmas Sawah Lebar Baru. Selain itu, sebagai bentuk pembinaan, para penghuni dikenakan sanksi berupa squat jump dan berlari sejauh 200 meter sambil meneriakkan janji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Sebelum merazia kos-kosan, rombongan Satpol PP bersama Lurah Padang Jati lebih dulu mendatangi salah satu penginapan yakni Wisma Kenangan yang berada di Jalan Jati, tepat di belakang kantor RRI.

Di lokasi tersebut, petugas mendapati tiga orang perempuan, salah satunya berada di dalam kamar bersama seorang pria (diduga tamu dari michat). Petugas juga mengamankan seorang pria yang mengaku sebagai pengelola wisma.

Menurut informasi yang diterima Satpol PP dari masyarakat, wisma tersebut diduga kerap dijadikan tempat prostitusi, dengan para wanita yang “stand by” mencari pelanggan melalui aplikasi Michat.

Seluruh orang yang terjaring di wisma tersebut juga menjalani skrining HIV. Dari belasan sampel yang diperiksa di kedua lokasi, seluruhnya dinyatakan negatif.

Kasat Pol PP Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut laporan warga yang merasa resah.

“Kegiatan kita hari ini menindaklanjuti laporan dari warga. Warga sangat resah dengan praktik yang ditemukan hari ini. Jadi apa yang disampaikan masyarakat seluruhnya benar,” ujar Sahat.

Ia menyebut, ada lima titik yang dilaporkan warga, namun pihaknya memprioritaskan lokasi yang dinilai paling mendesak.

“Kita ingin memberikan pelajaran bagi pemilik rumah kos dan para pengontrak untuk sadar. Memang hidup ini merdeka, tapi ada batasan-batasan aturan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Sahat juga mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan pasangan-pasangan bukan muhrim, sebagian dalam kondisi tidak menjalankan ibadah puasa dan berpakaian tidak sepatutnya. Bahkan, beberapa di antaranya masih berstatus pelajar dan ada yang berasal dari luar Kota Bengkulu dengan KTP luar daerah.

“Mereka semuanya kita lakukan pembinaan. Hari ini pemerintah kota, baik lurah, camat, RT, RW berkunjung ke tempat kos didampingi Satpol PP. Nanti kita juga akan panggil pemilik kos untuk dimintai keterangan,” tambahnya.

Sementara itu, Lurah Sawah Lebar Baru, Nelly Wati, menegaskan pihak kelurahan tidak tinggal diam terhadap laporan masyarakat terkait kos-kosan bermasalah.

“Kami dari kelurahan sudah menegur, terutama pemiliknya. Sudah kami telepon dan pernah kami bicarakan, tapi tindak lanjutnya tidak ada. Kami juga sudah memberitahu Pak RT untuk mengawasi kos-kosan yang punya masalah seperti ini,” ujar Nelly.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Satpol PP yang telah melakukan inspeksi mendadak di wilayahnya.

“Kami dari kelurahan bukan diam saja, tapi sudah menghimbau. Kami juga berterima kasih kepada Pak Sahat dan jajaran yang sudah sidak di sini. Semoga ke depan ada efek jera bagi masyarakat yang ngekos tidak terpantau tersebut,” tutupnya.(**)