Razia Warem, Walikota Temukan Banyak Wanita Berlipstik Tebal

BENGKULU – Tiga hari dari Sekarang, semua warung remang-remang (warem) yang ada di Kota Bengkulu akan dibongkar paksa oleh Pemkot Bengkulu bersama Polresta dan Kodim 0407/Kota Bengkulu, terutama warem yang menjamur di kawasan lapangan golf.

Deadline atau tenggat waktu ini disampaikan oleh Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi saat turun langsung dalam kegiatan razia warem, Sabtu malam (27/4/25) bersama Kapolresta Bengkulu Kombes. Pol. Sudarno dan Komandan Kodim 0407/Kota Bengkulu.

Di setiap warem yang didatangi, Dedy mendapati banyak wanita berbedak tebal dan lipstik tebal dengan pakaian minim, diduga sebagai wanita penghibur atau yang akrab dipanggil PL (pemandu lagu).

Tak hanya wanita berlipstik tebal, di lokasi warem Dedy juga mendapati banyak botol-botol minuman keras berbagai merek, termasuk miras lokal alias tuak di atas meja. Fix, tidak salah warem yang didatangi oleh walikota adalah tempat maksiat sehingga tidak ada alasan untuk tidak membongkarnya.

Dedy memberi tenggat waktu hingga tanggal 30 April 2025 kepada pemilik warem untuk merobohkan lapaknya secara mandiri. Jika hal ini tidak diindahkan, Walikota bersama tim gabungan akan merobohkan secara paksa warem yang masih berdiri.

Sebelumnya, tim Pemerintah Kota Bengkulu telah menberikan imbauan dan sosialisasi kepada pemilik warem yang menyalahi aturan tata letaknya, apalagi yang berjualan minuman keras dan menjalankan bisnis prostitusi.

“Ini tolong dibongkar ya bu, jika tidak akan kita bongkar. Kalau ibu sendiri yang bongkarnya kayu, seng dan lainnya masih bisa diambil dan dimanfaatkan. Kalau bisa sebelum tanggal 30 April ini sudah dibongkar,” ucap Dedy tegas.

Secara humanis dan persuasif, Walikota Bengkulu terus memberikan pemahaman atas kesalahan yang dilakukan pemilik warem. Ia ingin setelah tenggat waktu berakhir tidak ada lagi warem yang beroperasi dan dipastikan akan dibongkar.

Namun ditemukan dibeberapa warem, banyak yang berdalih hanya ditugaskan untuk menjaga saja bukan pemilik warem.

Terkait ini, Dedy tak ingin tahu. Ia memerintahkan penjaga untuk memberitahu pemilik agar segera membongkar dan mengkosongkan lapak tersebut.

Dedy mengatakan, jika hal ini tidak diindahkan dirinya tak segan-segan akan membongkar paksa warem yang menyalahi aturan tersebut bersama tim gabungan nantinya.

Upaya ini dilakukan agar Kota Bengkulu bersih dari tindakan-tindakan negatif yang mencemari nama kota serta membawa dampak buruk bagi masyarakat sekitar.(gez)