BENGKULU – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu memulai langkah strategis untuk mengubah wajah kawasan niaga Pasar Minggu menjadi lebih tertib dan modern.
Mulai pekan ini, sistem satu arah (one way) diberlakukan di sepanjang Jalan KZ Abidin sebagai bagian dari proyek penataan besar-besaran yang dipimpin langsung oleh Walikota Dedy Wahyudi.
Dalam peninjauan terbaru, Walikota menekankan bahwa sterilisasi jalur bukan hanya soal estetika, melainkan juga menyangkut keselamatan publik. Salah satu fokus utama adalah menjamin akses mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) di pojok Jalan Bangka agar tetap steril tanpa hambatan lapak atau parkir liar.
“Jalur tersebut harus selalu siap untuk respon cepat jika terjadi musibah kebakaran di area pasar atau eks-Barata. Ini adalah harga mati untuk keamanan warga,” tegas Dedy.
Terkait nasib para pedagang, Pemkot melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melakukan pendataan ketat untuk memastikan kios-kios baru hanya ditempati oleh pedagang asli.
Walikota memberikan peringatan keras kepada oknum pejabat maupun mantan pejabat agar tidak mencoba menguasai kios untuk disewakan kembali demi keuntungan pribadi.
“Jangan ada yang daftar tapi tidak berjualan. Jika ditemukan kios yang dijadikan lahan bisnis oleh oknum, akan langsung kami ambil alih dan serahkan kepada pedagang yang benar-benar membutuhkan,” tambahnya dengan nada tegas.
Penataan yang disebut sebagai hasil kerja Super Team lintas sektor ini (Satpol PP, DLH, dan jajaran Lurah) dilaporkan telah mencapai progres sekitar 75%.
Selain relokasi pedagang, pemerintah juga tengah mengebut fasilitas pendukung seperti pengaspalan ulang dan pemasangan marka jalan yang ditargetkan selesai dalam waktu dekat guna menyambut bulan Ramadan.
Disini, Walikota mengapresiasi kesadaran para pedagang yang secara sukarela membongkar lapak mandiri demi terciptanya kawasan yang bersih, rapi, dan maju layaknya kota besar lainnya di Indonesia. (**)


