BENGKULU – Pemerintah Kota Bengkulu memulai simulasi sistem jalan satu arah (one way) di kawasan Jalan KZ Abidin.
Langkah ini diambil sebagai solusi konkret untuk mengatasi kemacetan parah yang kerap terjadi di jantung perbelanjaan Kota Bengkulu tersebut.
​Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi didampingi Wakil Walikota Ronny PL Tobing, Pj Sekda Medy Pebriansyah, unsur kepolisian, dan kepala OPD terkait, tim gabungan turun langsung ke lapangan untuk memastikan simulasi berjalan lancar.
Ia menegaskan bahwa kebijakan ini sudah sangat mendesak demi kenyamanan masyarakat.
​Dedy menjelaskan bahwa kawasan KZ Abidin I dan II (Pasar Minggu) merupakan titik langganan macet, terutama saat jam-jam sibuk. Tingkat kepadatan yang tinggi bahkan seringkali memicu gesekan antar pengendara.
​”Setiap tahun kawasan ini selalu macet, bahkan pernah ada yang hampir berkelahi gara-gara macet itu. Melalui sistem one way ini, arus kendaraan akan diatur sedemikian rupa agar lebih mengalir. Selain mengurai macet, ini akan membuat kawasan Pasar Minggu kembali hidup karena ramai dilintasi kendaraan,” ujar Dedy Wahyudi di sela-sela simulasi.
​
​Selain pengaturan arus lalu lintas, Pemkot Bengkulu juga memberikan perhatian khusus pada penataan pedagang kaki lima (PKL). Pemerintah menegaskan tidak melarang masyarakat berjualan, namun menuntut ketertiban demi kepentingan umum.
Pedagang diminta masuk ke area pasar yang sudah disiapkan sesuai denah. Kemudian, teguran keras diberikan bagi pedagang yang masih menggelar lapak di badan jalan atau memasang tenda yang menjorok ke jalan.
Sebagai rencana jangka panjang, pemerintah akan mempertebal aspal dan memperbaiki drainase agar kawasan pasar lebih nyaman bagi pembeli dan penjual.
​
​Keberhasilan simulasi ini merupakan hasil kolaborasi solid antara tim gabungan dan pemerintah.
​”Alhamdulillah, simulasinya berjalan bagus dan respon masyarakat positif. Kami ingin melihat kondisi riil di lapangan, bukan sekadar di balik meja. Intinya, ini hanya masalah waktu untuk penataan yang lebih baik,” tutup Dedy.
​Dengan diberlakukannya sistem satu arah ini, masyarakat diimbau untuk memperhatikan rambu-rambu lalu lintas yang baru dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran bersama. (**)


