BENGKULU – Pemerintah Kota Bengkulu melakukan langkah tegas dalam menata kawasan Pasar Panorama. Dalam apel gabungan yang dipimpin langsung oleh Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama Wakil Walikota Ronny PL Tobing, seluruh jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu diinstruksikan untuk mensukseskan gerakan meramaikan bagian dalam pasar dengan berbelanja.
Walikota Dedy menegaskan bahwa mulai saat ini, aktivitas jual beli di badan jalan atau area milik jalan resmi dilarang. Langkah ini diambil untuk mengembalikan fungsi jalan serta menciptakan lingkungan pasar yang bersih, rapi, dan nyaman bagi warga kota.
Pemerintah juga memberikan apresiasi kepada para pedagang kaki lima yang bersedia ditata dan masuk ke dalam area pasar yang telah disediakan. Bagi pedagang yang tidak tertampung di Pasar Panorama, pemerintah telah menyiapkan relokasi ke lokasi lain.
”Pedagang diarahkan untuk masuk ke dalam pasar. Jika di sini sudah penuh, silakan pilih untuk berjualan di Pasar Barukoto 1, Pasar Barukoto 2, atau Pasar Minggu (PTM) yang terus kita kembangkan,” tegas Walikota dalam arahannya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Walikota mengeluarkan instruksi khusus bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bengkulu. ASN beserta keluarga dilarang keras berbelanja kepada pedagang yang masih nekat berjualan di bahu jalan.
Walikota memerintahkan Satpol PP untuk memantau hal ini secara ketat. ASN yang kedapatan masih bertransaksi di pinggir jalan akan dikenakan sanksi karena dianggap tidak mendukung program penataan kota.
Selain penertiban, Pemkot Bengkulu berkomitmen memperbaiki fasilitas di dalam pasar agar pedagang dan pembeli merasa nyaman.
Rencana tersebut mencakup perbaikan pasar daging, penambahan fasilitas pendingin, hingga pembangunan gedung baru untuk mengatasi kelebihan kapasitas di Pasar Panorama.
Lebih lanjut, pemerintah tengah merancang pembangunan Pasar Induk. Kehadiran Pasar Induk ini bertujuan agar distributor besar tidak langsung masuk ke pasar ritel, sehingga dapat mengurai kemacetan dan penumpukan kendaraan yang selama ini terjadi di kawasan pasar. (**)


