BENGKULU – Kepedulian terhadap warga yang membutuhkan pertolongan kembali ditunjukkan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kota Bengkulu Sahat Marulitua Situmorang.
Sabtu pagi (12/9/2026), Sahat bersama istrinya, drg. Kernawati Sianturi, kembali mendatangi kediaman Sumardi dan Soleha, warga RT 01 RW 01 Kelurahan Kandang, Kota Bengkulu.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melepas keberangkatan putra mereka, Muh Abizar Alfatih, bayi berusia tiga bulan yang tengah menderita penyakit penyempitan empedu.
Selain penyakit tersebut, salah satu lengan Abizar juga mengalami pembengkakan sehingga membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.
Sebelumnya, Sahat atas nama Pemerintah Kota Bengkulu dan mewakili Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi telah mendatangi kediaman keluarga Abizar. Saat itu, Sahat membawa bantuan berupa beras dan kebutuhan sembako sekaligus melihat langsung kondisi bayi tersebut.
Setelah diketahui Abizar mendapat rujukan untuk menjalani perawatan di RS M. Husein Palembang, Sahat kemudian turut memfasilitasi keberangkatan bayi tersebut bersama kedua orangtuanya menggunakan jasa travel.
Sebelum mobil travel datang menjemput pada Sabtu pagi, Sahat juga memastikan kesiapan keluarga Abizar selama berada di Palembang. Ia bahkan berkomunikasi melalui video call dengan anggota Satpol PP Palembang yang berjaga di rumah singgah.
Dalam komunikasi tersebut, Sahat memastikan kebutuhan transportasi serta makanan bagi orangtua Abizar selama menjalani pengobatan di Palembang dapat terjamin.
“Ini kita pastikan bukan hanya keberangkatannya, tetapi selama di Palembang juga kita pantau. Kita komunikasikan dengan warga Bengkulu yang ada di Kota Palembang dan orang-orang baik yang ada di Bengkulu supaya tetap ikut membantu,” kata Sahat.
Menurut Sahat, perhatian terhadap kondisi Abizar berawal dari laporan orangtuanya kepada Ketua RT setempat. Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada anggota Satpol PP yang bertugas sebagai Prabawa (Praja Wibawa Pembina Warga) di Kelurahan Kandang.
Laporan itu selanjutnya diteruskan kepada dirinya hingga akhirnya dilakukan pemantauan dan kunjungan langsung ke kediaman keluarga Abizar.
Sahat mengatakan, kondisi Abizar menjadi salah satu laporan yang mendapat perhatian serius karena bayi tersebut membutuhkan penanganan medis segera, sementara keluarga sempat terkendala biaya untuk memenuhi rujukan ke Palembang.
“Sejak tanggal 2 September rujukan dari Rumah Sakit M. Yunus belum bisa berangkat karena terkendala biaya. Karena itu saya turun langsung. Ini juga menjadi perhatian Pak Wali Kota,” ujarnya.
Ayah Abizar, Sumardi, mengaku sangat terharu dan berterima kasih atas kepedulian Pemerintah Kota Bengkulu serta pihak-pihak yang telah membantu pengobatan anaknya.
“Saya banyak terima kasih kepada Bapak Wali Kota, Bapak Kasatpol PP, Pak Lurah, Pak RT yang telah menolong saya, membantu saya untuk berobat anak saya ke Palembang. Hari ini Pak Kasatpol PP juga datang untuk melepas keberangkatan kami. Sungguh saya sangat terharu,” ungkap Sumardi.
Ia menceritakan, awalnya dirinya hanya menyampaikan kondisi anaknya kepada Ketua RT. Dari laporan tersebut, informasi kemudian diteruskan kepada Prabawa Kelurahan Kandang hingga akhirnya mendapat perhatian langsung dari Kasat Pol PP.
“Alhamdulillah, terima kasih atas bantuan dan kepeduliannya. Saya sangat senang sekali dikunjungi,” katanya.
Sementara itu, drg. Kernawati Sianturi berharap Abizar mendapatkan penanganan terbaik selama berada di Palembang dan dapat kembali ke Bengkulu dalam kondisi sehat.
“Semoga nanti Ananda bisa mendapat penanganan yang lebih baik lagi di Palembang hingga nanti bisa pulang kembali ke Bengkulu dalam keadaan sehat. Kepada kedua orangtuanya supaya sabar dan senantiasa berdoa meminta pertolongan dari Tuhan Yang Maha Esa,” tuturnya.
Keberangkatan Abizar bersama kedua orangtuanya menjadi bentuk nyata kepedulian Pemerintah Kota Bengkulu terhadap warga yang membutuhkan, sekaligus memastikan masyarakat tidak berjalan sendiri ketika menghadapi persoalan yang membutuhkan bantuan.(**)

